Sekilas Berita

Oleh : HM Syarif Tanudjaja, SH.

Pembina Iman Tauhid Islam d/h Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) yang didirikan di Jakarta, pada tanggal 14 April 1961, antara lain oleh almarhum H.Abdul Karim Oei Tjeng Hien, almarhum H. Abdusomad Yap A Siong dan almarhum Kho Goan Tjin bertujuan untuk mempersatukan muslim Indonesia dengan Muslim keturunan Tionghoa dan muslim keturunan Tionghoa dan etnis Tionghoa erta umat Islam dengan etnis Tionghoa.

 
Home
Ust.Arifin Ilham “Rejeki & Dzikir” PDF Print

Pria muslim pendiri Yayasan Az-Zikra yang dilengkapi dengan bangunan Masjid berkapasitas 10.000 Jamaah yakni Ustad Muhammad Arifin Ilham dikenal sebagai ulama pencetus zikir. Obsesinya adalah dengan mendirikan Kompleks Az- Zikra di kawasan Sentul berikut masjid yang menampung 10.000 jamaah kini sudah mulai terealisasi. Bertemu ustad M Arifin Ilham tidak sulit. Datang saja setiap shalat Subuh di Masjid Al-Amro Bitaqwa, Perumahan Mampang Indah Depok, Jakarta dekat rumahnya.

Setiap shalat Shubuh selalu berjamaah di masjid ini bersama sang istri, Wahyuniawati Al Wali serta keluarganya. “Saya selalu shalat Shubuh di masjid ini dengan mengajak anak dan istri. Kalau mau ketemu, silakan datang Shubuh, asal saya tidak ke luar kota untuk memenuhi undangan jamaah zikir,” ucap Arifin ditemui disela zikir di kawasan Menteng, Jakarta. Sebagai ulama sekaligus pemimpin jamaah zikir, Ustad Arifin memang punya gagasan besar, bisa membangun kawasan permukiman yang Islami, lengkap dengan sebuah masjid.

Pada Pebruari 2007 pembangunan masjid di kawasan Sentul sudah dimulai dan ditargetkan selesai Tahun 2009. Masjid yang berkapasitas 10.000 jamaah ini dirancang seorang arsitek asal Libya. “Nantinya, saya juga akan pindah ke tempat ini (Sentul), rumah di Depok dijual saja,” aku Arifin Ilham. Sesuai rancangan, komplek Az-Zikra yang digagas Arifin juga dilengkapi perumahan tipe 36 ke atas. Dan pada tahap pertama, sudah berdiri 800 unit rumah, 600 unit diantaranya sudah laku.

Syarat yang harus dipenuhi bagi yang mau punya rumah di kompleks ini yaitu harus shalat berjamaah di masjid. Ini merupakan kesepakatan awal yang harus dipenuhi bagi yang ingin hidup di kompleks ini. Nantinya di lokasi ini juga akan terdengar suara indah zikir bahkan jamaahnya berpakaian putih-putih di masjid. Arifin menggambarkan, dengan kompleks perumahan yang dilengkapi masjid besar, menunjukkan dalam kondisi kehidupan saat ini masih bisa diciptakan lingkungan yang baik.

Penghuni merasa hidup aman, baik lingkungan anak-anak maupun sesama tetangga, karena selalu menjaga suasana kekeluargaan. “Perjuangan apapun tanpa ada masjid tidak berhasil. Nabi Muhammad SAW saja hijrah membangun masjid, infrastruktur negara Madinah, politik, ekonomi, sosial, budaya dari masjid. Negara kita dibangun tidak berdasarkan masjid, lihat sendiri hasilnya,” beber pria kelahiran Banjarmasin, 8 Juni 1969 ini. Ketika disinggung dana yang dikeluarkan, Arifin mengaku tidak mengetahui jumlahnya karena sudah ada yang mengurusi. Ia hanya seorang pencetus ide, ada kompleks yang benar-benar Islami. Idenya membangun kompleks Az-Zikra merupakan satu contoh bahwa suatu lingkungan baik itu dapat dibuat.

Rejeki dari Zikir
Sosok ustad Arifin Ilham memang sudah identik dengan ibadah zikir. Kegiatan zikir setiap bulan minggu pertama yang diadakan usai Shubuh di Masjid Al Al-Amro Bitaqwa dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah. Seperti Banjarmasin, Palembang, Lampung, Jawa Tengah bahkan dari Malaysia. Tidak jarang, ia datang ke daerah termasuk Surabaya untuk memimpin zikir yang diikuti ribuan jamaah.

Meski waktu dan tenaga semata-mata untuk dakwah dan ibadah, namun Arifin tidak kebingungan dalam hal rejeki duniawi. Sejumlah rumah di Perumahan Mampang Indah Dua Depo dan tiga mobil adalah barokah yang didatangkan Allah dari kegiatan zikir. “Pernah kredit mobil Kijang dengan uang muka Rp 11 juta, tetapi beberapa bulan kemudian tidak mampu bayar dan mau dikembalikan ke dealer.

Namun staf dealer menjelaskan kalau sudah ada yang melunasi. Saya ingin tahu siapa yang melunasi itu, takut uangnya dari hasil yang tidak baik. Ternyata sang pengusaha menyatakan uang itu hasil dari usahanya yang maju setelah ikut zikir bersama,” cerita Muhammad Arief Lay, seorang mualaf asal Flores yang ikut keluarga ustad Arifin Ilham. Sebenarnya kalau mau menerima mobil pemberian siapa saja, ustad Arifin Ilham sudah bisa memiliki lebih dari lima buah.

Menurut paman Arifin bernama, Gaffar, suatu hari ada mobil mewah parkir di depan rumah dan pengantar mobil itu memberikan kunci kepadanya untuk diserahkan kepada Arifin Ilham. “Orang itu minta tolong saya untuk menyerahkan kepada ustad. Ternyata ustad menolak menerima mobil itu dan meminta kepada yang mengantarkan untuk mengembalikan. Karena pengantar takut menerima, mobil tadi sampai satu hari satu malam di parkir. Besoknya, mobil diambil lagi oleh pengantar,” cerita Gaffar.

Kehidupan Arifin Ilham ternyata tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Sekitar 50 meter dari rumah pribadinya, ada tempat tinggal yang dihuni 40 anak yatim piatu dari Poso. Satu bulan biaya mereka ini mencapai Rp 20 juta, untuk makan, mengurus kesehatan dan pendidikan. Biaya mengurus anak yatim dari “Allah yang memberikan”. Namun ada juga usaha untuk menambah pendapatan agar dana tidak kekurangan.

Fristiandi Nugroho adalah kontributor swaberita dan dapat dihubungi di This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 sumber : swaberita.com

 

Polling

Bagaimana Menurut Anda Toleransi Beragama di Indonesia
 

Hijriah

Ramadhan

30


Minggu
1438 HIJRIAH

Pengunjung

mod_vvisit_counterHari Ini14
mod_vvisit_counterBulan Ini625
mod_vvisit_counterSemua44619