Sekilas Berita

Oleh : HM Syarif Tanudjaja, SH.

Pembina Iman Tauhid Islam d/h Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) yang didirikan di Jakarta, pada tanggal 14 April 1961, antara lain oleh almarhum H.Abdul Karim Oei Tjeng Hien, almarhum H. Abdusomad Yap A Siong dan almarhum Kho Goan Tjin bertujuan untuk mempersatukan muslim Indonesia dengan Muslim keturunan Tionghoa dan muslim keturunan Tionghoa dan etnis Tionghoa erta umat Islam dengan etnis Tionghoa.

 
Home
Ratih Sanggarwati dalam Bedah Buku 'Aku Wanita Sempurna' PDF Print
Mantan peragawati papan atas Indonesia, Ratih Sanggarwati punya pandangan tersendiri tentang kesempurnaan hidup. Meskipun ada yang menganggap bahwa dia merupakan wanita yang sempurna, namun hal itu tidak selamanya benar.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi salah satu pembicara dalam bedah buku 'Aku Wanita Sempurna' karya Sofie Beatrix sambil ngabuburit, yang digelar oleh Pembina Iman Tauhid Islam (PITT) Jatim dan Lembaga Pendidikan Ratih Sang (LPRS) di Hotel Novotel Surabaya, Minggu (14/9).

"Kalau ada yang mengatakan saya sempurna, itu mungkin hanya melihat saya dari satu sisi saja. Tetapi sebenarnya saya ini bukan ibu yang baik bagi anak-anak saya," kata Ratih dengan nada sedih.

Dia lantas menceritakan, saat mau berangkat pagi hari dari Jakarta, putri ketiganya Danyafatima Hasnuagi Zen (7), sakit dan merengek minta diantar ke sekolah. Ketika dia mengatakan tak bisa, Danya langsung menangis berurai air mata. Tentu saja, hal itu membuatnya sangat sedih. Beruntung, si sulung Dhianya memberikan penjelasan bahwa sang ibu ditunggu banyak orang.

Jika berada di rumah, Ratih hanya di perlukan tiga putrinya, sedangkan di luar kota Ratih ditunggu ratusan orang. Mendengar penjelasan tersebut, akhirnya Danya pun rela melepas sang bunda untuk pergi ke luar kota.

"Saya rasa, sebuah kesempurnaan itu adalah hal yang relatif," kata perempuan yang kini dicalonkan menjadi anggota DPR RI oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo ini.

Dia lantas mencontohkan saat dirinya menjadi model top di era tahun 1980-an. Saat berada di Milan, dia mengaku sering mendapat prioritas dalam banyak hal. Namun, hal itu saja tidak membuatnya menjadi wanita sempurna. Sebab, saat itu meski dia beragama Islam, namun dia tidak tahu seperti apa ajaran Islam yang se¬sungguhnya Hingga akhirnya, dia merasa tersadar ketika ayahnya meninggal dunia. "Hal itu pula yang membuat saya ingin berubah dan mantap berjilbab," tuturnya.

Tentu saja, keputusannya tersebut tak langsung mendapat respon yang bagus. Ada yang menganggapnya berjilbab itu hanya untuk menutupi tubuhnya yang sudah tidak langsing lagi. Namun, hal itu tidak dihiraukannya. Baginya yang terpenting adalah menjalankan perintah Allah SWT untuk menutup aurat. "Kalau saya salah dan dihukum Allah SWT karena tidak memenuhi perintah-Nya, apa iya yang mencemooh saya akan menolong? Saya berpikir yang sederhana saja," kata ibu berputra tiga ini.

Kini, Ratih pun bertekad pula untuk memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Dia membulatkan tekad menjadi anggota DPR RI, setelah melihat banyak ketimpangan dan kaum perempuan yang nasibnya kurang beruntung. Meski awalnya dia tidak suka dengan politik, namun setelah melalui pemikiran yang panjang, akhirnya dia mau dicalonkan.

"Kalau kita hanya melihat saja banyak pelanggaran di pemerintahan dan tidak berbuat apa-apa, ya,..tidak ada perubahan. Nah, untuk bisa mewujudkan perubahan, maka saya harus berada di tempat pengambil keputusan. Itu yang akhirnya membuat saya mau dicalonkan," tutur perempuan kelahiran Ngawi, 8 Desember 1962 ini.

Yang pasti, hal yang paling diinginkannya nanti ketika menjadi wakil rakyat adalah bisa memberikan support bagi wanita Indo nesia untuk mencetak generasi yang cerdas. Jika kaum wanita memilki wawasan luas dan cerdas, maka mereka tidak terjerat pada kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga, dan lain-lain. "Talkshow-talkshow seperti ini, merupakan kebahagiaan tersendiri. Sebab, saya bisa membagi ilmu dengan orang lain," tuturnya.
Sementara itu, Sofie Beatrix menambahkan, dia sengaja mengundang Ratih Sang untuk menjadi pembicara karena dianggap menjadi salah satu contoh wanita yang sempurna. Dari Ratih Sang pula, dia menemukan sosok yang inspiratif untuk melakukan banyak hal yang bermanfaat. (nin)

sumber "www.pitijatim.org"

 

Polling

Bagaimana Menurut Anda Toleransi Beragama di Indonesia
 

Hijriah

Sya'ban

29


Jum'at
1438 HIJRIAH

Pengunjung

mod_vvisit_counterHari Ini5
mod_vvisit_counterBulan Ini567
mod_vvisit_counterSemua43862